Monday, October 15, 2012

Hasil karya anak bangsa


SMK 4 Bandung – Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak
Hasil rekayasa perangkat lunaknya menghasilkan alat yang bernama Robotic Angklung. Idenya sederhana, angklung yang biasanya dimainkan dengan digetarkan dan dibutuhkan banyak orang untuk memainkannya, kini dapat dimainkan satu orang dengan hanya memainkan jari-jari pada ponsel. Meniru aplikasi Guitar Pro (mungkin, hehe), harmoni angklung dapat dinikmati dengan memainkan ponsel, yang agaknya, berbasis Android. Tuts papan kunci pada ponsel terhubung dengan rangkaian angklung tersebut, sehingga angklung akan bergetar sendiri.






Hidup untuk berjuang

Hari ini saya menemukan beberapa tulisan menarik. Salah satunya adalah milik Mbak Sanur (Annisa Nuraini), Mahasiswi Teknik Industri ITB. Berikut ini cuplikan tulisannya,
Sambil mengunyah roti saya melakukan percakapan basa-basi dan keakraban dengannya, hingga satu pertanyaan yang mengubah alur obrolan malam itu.
“Neng, jurusan apa?”
“TI, Pak. Teknik Industri! Baru aja tahun ke-dua”
Menunggu latihan untuk Pagelaran Seni Budaya, sengaja saya hampiri pedagang roti di pinggir area latihan. Terbesit keinginan mengobrol dengannya.
(ngomong-ngomong kenapa saya suka banget sih ngobrol sama pedagang? Mbok ya Pak Rektor ngono loh yang diajak ngobrol.)
“Cuma ada dua hal yang kita lakukan di dunia, neng. Memperjuangkan hidup, atau hidup untuk berjuang. Beda loh neng, kalo yang memperjuangkan hidup, kita mah bekerja terus untuk mencari uang, buat makan sendiri sama keluarga. Gitu aja terus neng, gak pernah berbagi buat yang lain. Beda lagi kalo hidup untuk berjuang. Dia mah hidup tuh untuk berbagi sama orang lain juga. Mencari ilmu neng, termasuk berjuang. Sama kayak neng sekarang di ITB kan mencari ilmu, kan ya?
Tinggal sekarang, ilmu yang bagaimana yang digunakan untuk berjuang. Itu juga beda loh neng. Kalau neng mencari ilmu di Teknik Industri, terus nantinya bekerja untuk perusahaan, apalagi perusahaan asing, terus dapat uang untuk makan sendiri dan keluarga, itu sama saja dengan neng memperjuangkan hidup.
Tapi coba kalau neng lulus terus bikin industri sendiri. Atau membantu menyebarkan produk Indonesia biar negara kita jadi terkenal di dunia, biar gak kalah sama produk dari Cina. Waah, itu baru yang namanya neng menggunakan ilmu untuk berjuang.”
Ini adalah obrolan paling bermutu yang pernah saya lakukan di sekitaran ITB dengan seorang pedagang. Ialah Pak Edo, pedangang roti lulusan SD yang sukses melobi pihak Ikatan Alumni ITB untuk memberikan beasiswa pada anaknya karena ia berkeinginan menyekolahkan anaknya di ITB. Pedagang yang ingin membuat usaha budidaya udang di Subang untuk membiayai sekolah dua anaknya yang lain, dan pedagang yang mengatakan hal paling keren sebagai penutup:
Kalau nanti udah lulus terus berusaha atau bekerja, jangan mengejar uang yang didapat, neng. Tapi coba kita berusaha dulu yang baik, bekerja dengan bagus, baru kita dibilang pantas dapat uang. Karena kalo ujung-ujungnya neng mengejar uang, ya balik lagi atuh jadi orang yang memperjuangkan hidup. Padahal kita harus apa coba neng?
berkata saya dengan mantap: “Hidup untuk berjuang, pak!”
“Naah, gitu atuh. Itu baru namanya anak ITB yang cerdas, neng!”
Bagaimana menurut anda kisah di atas? Saya sendiri sungguh takjub membacanya. Dan saya rasa, kisah di atas seharusnya dibaca oleh semua mahasiswa Indonesia. Khususnya oleh mahasiswa-mahasiswa yang masih punya prinsip berjuang untuk hidup.
Setelah membaca kisah di atas, saya jadi semakin yakin, sungguh, inspirasi itu bisa datang dari mana saja. Asalkan kita mau membuka hati, mata, dan telinga.
Untuk versi asli dari kisah di atas, silakan kunjungi link berikut. Semoga anda bisa menemukan kisah-kisah lain yang tidak kalah menarik di sana.


Teknik Informatika itu susah ya ?

okeee ini juga tuti dapetin dari blog sang mahasiswa its muehehehehe

Teknik informatika itu memang susah ya?


Susah atau nggak itu relatif. Hal ini sudah pernah saya jelaskan di postingan saya tentang informatika yang sebelumnya.
Yang jelas, kuliah di jurusan teknik itu penuh perjuangan. Nggak bisa sesantai mahasiswa-mahasiswa jurusan sosial. Kalau kamu pernah nonton adegan-adegan kuliah yang nyantai di TV, bisa dipastikan itu bukanlah jurusan teknik. :)
Kuliah di jurusan teknik, apapun jurusannya, pasti pernah merasakan masa-masa begadang gara-gara tugas kuliah atau praktikum. Makanya jangan kaget kalau kemudian mahasiswa teknik itu sering diidentikkan sebagai mahasiswa yang hobi begadang dan jarang tidur. Karena memang begitulah kenyataan dan keadaannya.
Tapi jangan khawatir, kalau memang sudah niat masuk dan merasa yakin bahwa minat dan kalian ada di dunia teknologi informasi, masuk aja. Sesusah apapun kuliahnya, kalau kita mau belajar, saya yakin kita pasti bisa. Ingat, sebelum bisa lancar membaca dan menulis seperti saat ini,  kita pernah merasakan masa-masa tidak bisa menulis, tidak bisa membaca, tidak bisa berhitung juga kan? :)

Kalau sudah terlanjur masuk teknik informatika gimana, bang?
Kalau sudah terlanjur masuk padahal kamu belum tahu bakat dan potensi diri, pilihanmu ada dua : 1. Melanjutkan kuliah di teknik informatika, 2. Pindah jurusan.
Dan jika kamu memilih opsi pertama, pastikan bahwa kamu bisa ikhlas menjalani kuliahnya. Karena apapun yang dijalani tanpa ada kerelaan tidak akan maksimal hasilnya. Jangankan kuliah, dalam jual beli aja harus ada unsur rela sama rela ya? :)
Kalau saran saya sih, jalani saja dulu kuliahnya, siapa tahu cocok. Dan kalau ternyata setelah menjalani 1 semester tidak cocok, barulah kita tentukan, pindah atau tidak? Karena bisa jadi kita baru menemukan feel-nya waktu semester 2. Soalnya teman saya ada yang seperti itu. Waktu semester 1 sempat merasa salah pilih jurusan, tapi setelah menjalani semester-semester selanjutnya, dia menemukan kenyamanan dan tidak lagi merasa salah pilih jurusan.
Saran saya lagi, jangan mengambil keputusan waktu emosi sedang labil. Mintalah pertimbangan dan masukan dari keluarga dan teman-teman terdekat kalian. Karena dorongan dari keluarga dan teman itu bisa memperkuat semangat dan motivasi.

Materi kuliah teknik informatika sebenarnya kayak gimana sih?
Pertanyaan ini pernah saya jawab secara singkat dalam postingan saya tentang teknik informatika sebelumnya. Dan kali ini saya akan memberikan jawaban lebih detail. Secara umum, materi kuliah informatika itu tentang matematika dan pemrograman. Jangan pernah membayangkan yang dipelajari di jurusan informatika itu corel, photoshop, dan semacamnya. Hampir tidak ada materi desain dalam materi kuliah di teknik informatika. Jadi, buat kamu yang ingin belajar desain, pastikan kamu memilih jurusan desain, bukannya teknik informatika.
Untuk lebih jelasnya, apa saja materi yang dipelajari di teknik informatika bisa dilihat dikatalog jurusan teknik informatika its tahun 2009-2014 ini. Sengaja saya ambilkan katalog dari teknik informatika ITS, karena kebetulan saya mahasiswa ITS. :D
Apa yang diajarkan di Teknik Informatika ITB dan Teknik Informatika ITS mungkin tidak persis sama. Begitupun di jurusan teknik informatika di kampus-kampus lainnya. Tapi yang jelas, meski tidak persis sama, sebagian besar materi yang diajarkan sama. Kalau untuk jurusan ilmu komputer, mungkin kalian bisa mencari informasinya di website UGM, UI, UB, atau kampus-kampus lain yang ada jurusan ilmu komputernya.
Memilih jurusan itu sama halnya kayak memilih jodoh. Kenali dulu jurusannya, cari tahu apa saja yang dipelajari di sana dan kompetensi apa yang kita peroleh setelah menjadi sarjana di jurusan tersebut. Baru setelah itu tentukan pilihan berdasarkan minat dan potensi yang kita miliki. Pastikan jurusan yang kalian pilih sesuai untuk mengembangkan bakat dan potensi yang kalian miliki.

Kerjanya lulusan teknik informatika itu seperti apa sih?
Sebenarnya kurang tepat jika pertanyaan ini ditujukan kepada saya yang belum kerja ini. Tapi umumnya, kalau memang berminat bekerja di bidang informatika sih pasti ujung-ujungnya bikin software. Entah itu software berbasis desktop maupun software berbasis web berupa website. Dan akhir-akhir ini, kecenderungannya sih lebih pada pengembangan game dan aplikasi mobile. Soalnya perkembangan smarthphone akhir-akhir ini sangat pesat.
Tapi tidak jarang juga sih ada lulusan informatika yang kerja di bank. Saya sendiri tidak paham apakah di bank tersebut mereka masih bekerja di bidang IT atau tidak. Yang jelas, lulusan teknik informatika yang kerja di bank jumlahnya tidak sedikit. Selain di bank, rata-rata sih larinya ke perusahaan-perusahaan BUMN, perusahaan multinasional, dan menjadi PNS.
Kalau ada yang bilang lulusan informatika itu bisa mandiri, memang benar, dengan segala kompetensi yang dimiliknya, lulusan informatika sangat mungkin untuk bisa mandiri dengan membuat aplikasi kemudian dijual. Apalagi akhir-akhir ini, semakin banyak jumlah aplikasi dan game berbayar yang dijual di pasaran. Lebih-lebih untuk aplikasi dan game versi mobile.
Tapi kembali lagi, menjadi seorang developer (pengembang aplikasi) itu tidak gampang. Sama halnya seperti wirausahawan, butuh kerja keras agar bisa bertahan karena gajinya sangat sangat tidak stabil. Biasanya sih, hanya orang-orang yang punya passion besar di bidang IT lah yang berani untuk bekerja secara mandiri tanpa melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan terkenal. Karena pada periode-periode awal, bukan tidak mungkin mereka akan bekerja tanpa mendapatkan gaji sama sekali. Dan seringkali orang-orang yang memutuskan untuk tidak bekerja di perusahaan orang lain seperti inilah yang akhirnya menjadi terkenal. Mark Zuckerberg adalah salah satu diantara banyak orang yang benar-benar mendalami IT dan menjadikannya sebagai jalan hidup.
Intinya sih, gak usah terlalu bingung soal kerja. Teman SMA saya yang kuliahnya di jurusan Teknik Fisika saja sekarang jadi seorang wirausahawan di bidang kuliner kok. Dan omsetnya pun tidak main-main, sekarang mungkin sudah lebih dari 20 juta per bulan. Luar biasa kan? :D
Jadi, pesan saya, jangan takut soal pekerjaan. Karena di mana ada kemauan, di situ pasti ada jalan.

Kasih saran buat mahasiswa teknik informatika dong, bang?
Kelola waktu kalian sebaik-baiknya. 4 tahun itu benar-benar waktu yang cepat (*based on my own experience). Usahakan bisa melewati kuliah di semester-semester awal dengan baik. Karena materi-materi di semester awal adalah pondasi untuk materi-materi di semester selanjutnya. Bikin pondasi yang sekuat mungkin di awal. Kalau kalian merasa kesulitan suatu materi atau tugas, jangan minta jawabannya pada teman. Mintalah diajari bagaimana caranya. Karena dengan begitu, kalian akan bisa paham bagaimana konsep sekaligus prakteknya. Kuliah di jurusan teknik informatika itu harus banyak praktek. Tidak cukup hanya dengan mendengarkan penjelasan, tapi juga harus mengeksplorasi dan mencoba sendiri.
Terakhir. Mau begadang? boleh saja. Asal jangan lupa sama shalat subuhnya ya. :)

Mencintai apanya ataukah mencintai apa adanya ?

“Seringkali, kita jatuh cinta dengan imajinasi kita sendiri tentang sosok pasangan yang sempurna. Kita bertemu seseorang yang belum benar-benar kita kenal, kemudian kita mulai berangan-angan bahwa “inilah orangnya”, sosok ideal yang kita cari-cari selama ini. Masalah pun mulai muncul ketika ilusi kita mulai memudar. Kita akhirnya melihat “versi asli” dari orang yang kita bayangkan sebagai sosok ideal tersebut. Dan tragisnya, kita menuduh bahwa orang yang kita anggap ideal tersebut telah berubah. Padahal kenyataannya pandangan kitalah yang menjadi lebih terbuka. 


Seringkali, kita jatuh cinta bukan dengan orangnya, tapi dengan “jalan keluar” yang dibawanya. Kita merasa kesepian, kita tidak ingin merasa sendiri dan sengsara, kemudian kita melihat orang yang kita temui ini sebagai sebuah “solusi” atas rasa kesepian kita. Kemudian, kita jatuh cinta pada solusi yang dibawanya, bukan benar-benar cinta pada orangnya.  

Beberapa orang yang lain jatuh cinta dengan “agenda”. Kita telah membuat rencana hidup kita: kapan saatnya mencari pasangan, kapan waktunya menikah, kapan waktunya punya anak, dan lain sebagainya. Dan kemudian kita melihat orang yang kita temui ini sebagai jawaban atas agenda-agenda hidup kita tadi. Untuk yang kesekian kali, kita jatuh cinta, bukan pada orangnya. Tapi pada solusi yang dibawanya atas agenda hidup kita.
Beberapa orang yang lain lagi jatuh cinta pada “obat” yang dibawanya. Kita merasa sakit hati, kita punya trauma di masa lalu, kemudian kita menemukan orang ini sebagai orang yang kita pikir bisa menyembuhkan semua luka kita. Pada saat itu, kita sebenarnya sedang jatuh cinta pada “obat” yang dibawanya. Bukan benar-benar jatuh cinta pada orangnya.   
Dan sedikit orang yang beruntung, menemukan orang yang satu ini, mengenali isi hatinya dengan baik, dan kemudian kita jatuh cinta padanya. Dan sedikit yang beruntung selanjutnya, jatuh cinta, sepenuhnya pada orangnya.”
Seorang yang mencintai kita karena harta, suatu saat pasti meninggalkan kita karena harta tersebut. Seorang yang mencintai kita karena status/jabatan yang kita punya, suatu saat pasti akan meninggalkan kita karena status/jabatan tersebut. Seorang yang mencintai kita karena cinta kepada Tuhannya, dia tidak akan pergi ke mana-mana. Kecuali dia sudah tidak lagi cinta kepada Tuhannya.

Mencintai orang di saat orang tersebut sukses itu mudah. Mempertahankan komitmen agar tetap cinta meskipun pasangan kita sedang mendapatkan banyak masalah, itulah yang susah.