Ada yang bilang teknik informatika itu jurusan terbaik. Ada yang bilang kedokteranlah yang terbaik. Tapi bagi saya sendiri tidak ada yang namanya jurusan terbaik. Memang benar, teknik informatika atau kedokteran sering meraih predikat jurusan dengan passing grade tertinggi. Tapi apakah dengan begitu, kedua jurusan tersebut layak menyandang predikat jurusan terbaik?
Kuliah itu seperti halnya bepergian. Dan selayaknya bepergian, kita
harus punya tujuan. Karena pergi tanpa tujuan hanya akan membuat kita
kebingungan di tengah jalan.
Kalau kuliah itu bisa dianggap sebagai sebuah perjalanan. Jurusan itu
layaknya sebuah kereta atau bus umum yang bertugas mengantar kita sampai ke
tujuan. Memang benar, ada beberapa bus yang memiliki fasilitas yang lebih
memadai dibandingkan dengan bus-bus yang lain. Bus berfasilitas lengkap ini
biasanya memiliki plat merah (difasilitasi pemerintah). Orang-orang biasanya
menamakan bus ini sebagai universitas negeri atau institut negeri. Tapi ada
juga bus berfasilitas lengkap lain yang dioperasikan secara mandiri. Dan karena
dioperasikan secara mandiri, tarif yang harus dibayarkan untuk naik kendaraan
ini biasanya lebih mahal daripada ketika kita naik bus berplat merah.
Selanjutnya, bayangkan perguruan tinggi itu sebagai perusahaan yang
menyediakan armada kendaraan. Karena dengan begitu, kita akan menganggap semua
jurusan yang ada dalam institusi tersebut setara. Tidak ada yang lebih baik dan
tidak ada yang lebih buruk kualitasnya.
Saya tidak paham apa yang membuat orang-orang beranggapan bahwa jurusan
A lebih baik daripada jurusan B atau sebaliknya. Karena setiap jurusan itu
mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Seperti halnya pertanyaan saya di atas,
bagaimana mungkin bus jurusan jogjakarta dibandingkan dengan bus jurusan
jakarta?
Kalau saya memang ingin ke pantai parang tritis atau ke candi
prambanan, tentu saya akan lebih memilih bus dengan tujuan Jogjakarta. Bukannya
bus dengan tujuan Jakarta. Begitupun sebaliknya.
Oleh karenanya, hal pertama yang harus dipahami dan disadari oleh semua
teman-teman yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah apa
minat dan potensi yang mereka miliki.
Mau ke mana sih sebenarnya kalian nantinya?
Karena minat dan potensi inilah yang akan jadi kompas dan penunjuk
jalan ke mana seharusnya menentukan tujuan.
Kalau memang minat dan potensi kalian di dunia komputer dan pemrograman
ya mending memilih jurusan teknik informatika. Kalau memang minat dan potensi
kalian ada di dunia fisika, khususnya bidang elektronika yang mending memilih
jurusan teknik elektro. Kalau memang minat dan potensi kalian ada di dunia
fisika dan kimia, ya mending memilih jurusan teknik kimia. Kalau memang minat
dan potensi kalian ada di dunia medis dan biologi, ya mending memilih
kedokteran. Begitu seterusnya.
Bayangkan masa-masa memilih jurusan itu seperti halnya memilih bus
ketika berada di terminal. Jangan sampai salah pilih bus. Karena kembali ke
terminal awal setelah melakukan perjalanan itu butuh waktu dan biaya tambahan.
Salah pilih jurusan itu sama halnya dengan salah memilih bus.
Seringkali akan membuat kita kurang merasa nyaman selama perjalanan.
Jangan pernah termakan dengan isu dan godaan. Menjadi siswa paling pandai
di kelas itu bukan berarti harus masuk kedokteran atau teknik informatika kok.
Kenali minat dan potensi diri. Karena dengan begitu kalian tidak akan
kebingungan menentukan destinasi.
Sekali lagi. Jurusan terbaik itu cuma ilusi. Yang ada itu jurusan paling
sesuai dengan minat dan potensi diri.